1.039 Warga Binaan di Banten Disebut Siap Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

CILEGON, BCO – Sebanyak 1039 warga binaan dari setiap Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ataupun Rumah Tahanan (Rutan) yang ada di Provinsi Banten, mendedikasikan dirinya untuk menjadi relawan Covid-19.

Hal itu terungkap saat acara pemberian remisi umum untuk narapidana yang diselenggarakan di Lapas Kelas II A Cilegon, serta dihadiri oleh pejabat di Lingkungan Kemenkumham Banten, dan pejabat Forkopimda Provinsi Banten, Senin 17 Agustus 2020.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Andika Dwi Prasetya menuturkan, seminggu terakhir ini seribu lebih warga binaan tersebut menyatakan kesiapan menjadi relawan Covid-19 untuk disuntikan vaksin yang akan diuji cobakan tersebut.

“Menyatakan diri sial jadi relawan, dari 10 ribu sekian itu dapat 1.039 orang,” ujar Andika Dwi Prasetya, Kakanwil Kemenkumham Banten kepada wartawan.

Dikatakannya, meskipun banyak yang siap menjadi relawan Covid-19 ini, Andika mengaku mereka (warga binaan) tersebut harus memiliki syarat seperti izin dari keluarganya ataupun kondisi tubuh yang prima.

“Kita enggak bisa membendung dan harus ada persetujuan keluarga, kita akan salurkan niat mulia ini kepada pihak-pihak yang memang berkompeten dalam aktivitas itu,” jelasnya.

Lanjut Andika, Banten merupakan daerah pertama di Indonesia yang warga binaan ataupun narapidananya yang siap menjadi relawan Covid-19 termasuk di Lapas Kelas II A Cilegon.

“Artinya ada komitmen di Banten ini, saya juga kaget. Saya belum pernah dengar (relawan warga binaan dari daerah lain), karena memang dari Banten kan luar biasa,” lanjutnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kalapas Cilegon Masjuno. Ia menuturkan, warga binaan di Lapas Kelas II A Cilegon sebanyak 10 orang siap mengikuti uji klinis vaksin Covid-19.

“Kita ada 10 orang sudah kita deteksi semua sudah bersedia untuk menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19,” ungkapnya Masjuno Kalapas Kelas II A Cilegon.

Para napi tersebut dikatakan Masjuno, mereka ingin bermanfaat demi orang banyak disaat Pandemi Covid-19 merusak semua sistem yang ada ini.

“Rata – rata ingin berkarya, ingin berguna, tentu tidak serta merta persetujuan mereka saja. Ada persetujuan dari keluarganya,” ujarnya.

Para warga binaan yang siap menjadi relawan ini sedang menunggu proses sebelum nantinya dilakukan uji vaksin Covid-19. []

0Shares